my music by Ron Pope

please send an instant message to me via yahoo!

Kamis, 18 Juni 2015

METODELOGI PENELITIAN KUALITATIF



ANALISA KONSUMSI SUSU IBU HAMIL 
UNTUK MENINGKATKAN BERAT BADAN 
MAHASISWA UNIVERSITAS MALAHAYATI
 BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015


Tugas Penelitian


Diajukan Sebagai Tugas Akhir Mata Kuliah
Metodelogi Penelitian Kualitatif






Oleh:
Yandrawati
NPM. 12410018







PROGRAM STUDI SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MALAHAYATI
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2014/2015







KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan proposal penelitian Kualitatif dengan judul “Bagaimana Pengaruh Susu Ibu Hamil Terhadap Kenaikkan Berat Badan  Di Kalangan Mahasiswi  Universitas Malahayati  Bandar Lampung”.
Proposal penelitian ini saya susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metodelogi Penelitian Kualitatif.
Dalam penyusunan proposal penelitian ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dengan tulus dan sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah banyak membantu sehingga penulisan ini selesai.
Penulis menyadari bahwa penyusunan proposal penelitian ini jauh dari sempurna untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak selalu penulis harapkan.








Bandar Lampung,  Juni 2015


Penulis



DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................          i
Daftar Isi.................................................................................................          ii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................          1
1.1 Latar Belakang......................................................................          1
1.2 Batasan Masalah....................................................................          2
1.3 Rumusan Masalah..................................................................          2
1.4 Tujuan Penelitian...................................................................          3
1.5 Manfaat.................................................................................          3
1.6     Ruang Lingkup.....................................................................          4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.........................................................          5
2.1 Konsep Perilaku..................................................................          5
2.2 Mahasiswa...........................................................................          7
2.3 Kurus...................................................................................          7
2.4 Penyebab Kurus..................................................................          7
2.5 Susu.....................................................................................          9
      a. Susu Ibu Hamil................................................................          9
      b. Kandungan Susu Ibu Hamil............................................          9
2.6 Kerangka Teori....................................................................          11
2.8  Kerangka Konsep................................................................          12
2.8  Penelitian yang Relevan......................................................          13
BAB III METEDELOGI PENELITIAN...........................................          15
3.1  Lokasi Penelitian.......................................................................          15
3.2  Waktu Penelitian.......................................................................          15
3.3  Metode Penelitian.....................................................................          15
3.4  Bentuk Penelitian......................................................................          16
3.5  Sumber Data Penelitian.............................................................          16
3.6  Teknik Pengumpulan Data........................................................          17
3.7  Instrumen Penelitian.................................................................          18
3.8  Teknik Pemilihan Informan.......................................................          18
3.9  Variabel Penelitian....................................................................          18
 3.10Definisi Operasional.................................................................          18
 3.11Validitas Data..........................................................................          19
 3.12 Teknil Analisa Data.................................................................          20
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.............................................          22
4.1 Karekteristik Informan...............................................................          22
4.2 Hasil...........................................................................................          23
4.3 Pembahasan................................................................................          30
BAB V KESIMPULAN.......................................................................          36
5.1 Kesimpulan.................................................................................          36
5.2 Saran...........................................................................................          36
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN





BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Setiap orang tentu ingin terlihat indah terutama penampilan secara fisik, mereka melakukan itu semua agar mereka terlihat cantik atau indah. Sehingga sebagian orang yang tubuhnya gemuk selalu menginginkan tubuhnya lebih kurus, berbeda dengan orang yang bertubuh terlalu kurus mereka menginginkan tubuh yang lebih berisi.
Ketidak puasan terhadap bentuk tubuh semakin sering dijumpai. Hal ini membuat mereka menerapkan perilaku yang tidak tepat untuk mencapai tubuh yang ideal tanpa memikirkan dampak negatif dari apa yang mereka lakukan kerena tidak semua orang cermat dan teliti memilih mana  jalan terbaik untuk menuju Berat Badan Ideal. Akibatnya, banyak orang  yang termakan iklan produk yang menjanjikan kesempurnaan fisik. Akhirnya, tekadang bukan kesempurnaan fisik yang didapat, malah sebaliknya.
Dengan menggunakan ramuan berbahan dasar alami  merupakan hal yang lebih aman. Akan tetapi harus  dipakai dengan benar di bawah pengawasan dokter karena beragam resep alami akan menimbulkan resiko jika disalah gunakan, seperti persepsi bahwa mengkonsumsi susu ibu hamil dapat menaikkan barat badan.
Maraknya pemakaian terhadap susu formula memang menjadikan kegelisahan oleh beberapa pihak. Iklan-iklan susu yang sedemikian marak sangat berpengaruh terhadap konstruksi masyarakat terhadap susu. Beragam produk susu ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari, namun banyak mitos beredar salah satunya adalah susu sapi dapat membuat gemuk.
Dari hasil pengamatan dari berbagai sumber, peniliti menemukan sebuah kejadian bahwa susu ibu hamil yang banyak mengandung nutrisi lengkap untuk ibu dan janin sehingga bagi ibu yang mengandung diharuskan untuk mengkonsumsi susu tersebut agar kesehatan ibu dan janin terjaga, tetapi susu ini dikonsumsi oleh sebagian orang yang tidak hamil khususnya mereka yang memiliki berat badan tidak ideal/kurus.
Pada dewasa ini merak terjadi pada kalangan mahasiswa karena dipacu dengan keinginan untuk memiliki badan yang ideal. Dalam kaitannya dengan kejadian di atas maka penulis mengangkat judul Analisa Konsumsi Susu Ibu Hamil Untuk Meningkatkan Berat Badan Mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung.
Hal yang dilakukan oleh mahasiswa dapat terjadi karena mereka menginginkan berat badan yang ideal dengan cara yang praktis dan alami tetapi memiliki rasa yang enak dilidah. Selain itu kemajuan teknologi komunikasi dan informasi berkembang dengan pesat. Munculnya berbagai penemuan baru memberikan kemudahan dalam kehiduapan manusia, khususnya dalam bidang komunikasi dengan ditemukanya internet dan penggunaan Smartphone yang memberikan dampak yaitu persepsi bahwa susu ibu hamil mampu menaikkan berat badan hal ini mampu menarik perhatian bagi sebagian orang untuk ikut terlibat mengkonsumsinya, jika tetap pada kebiasaan seperti itu maka terdapat berbagai dampak negatif karena susu ibu hamil telah disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil.
1.2  Batasan Masalah
Berbagai kompleksitas permasalahan muncul terkait dengan objek yang akan di kaji. Oleh karena itu, pembatasan masalah perlu dilakukan agar penelitian tidak jauh menyimpang dengan topik yang akan di kaji. Hal ini dilakukan agar pembahasan dapat lebih spesifik dan terfokuskan sehingga akan di peroleh suatu kesimpulan yang terarah pada aspek yang akan diteliti. Adapun batasan masalah pada penelitian ini adalah Analisa Konsumsi Susu Ibu Hamil Untuk Meningkatkan Berat Badan Mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung.
1.3  Rumusan Masalah
Setiap orang menginginkan tubuh yang ideal, ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh semakin sering dijumpai. Hal ini membuat mereka menerapkan perilaku yang tidak tepat termasuk mengkonsumsi berbagai jenis obat-obatan dalam mencapai tubuh yang ideal tanpa memikirkan dampak negatif dari apa yang mereka lakukan.
Untuk mendapatkan tubuh yang lebih berisi orang yang memiliki berat badan kurus melakukukan banyak hal salah satunya yaitu mengkonsumsi susu ibu hamil karena terdapat persepsi bahwa susu ibu hamil mampu meniakkan berat badan.  Prilaku ini akan berdampak negatif  jika dilakukan terus menerus bagi mereka yang tidak hamil karena susu ibu hamil telah disesuaikan dengan kebutuhan ibu dan janin.
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis kenapa mahasiswa terlibat dalam mengkonsumsi susu ibu hamil dan faktor apa yang menyebabkannya serta  bagaimana dampak dari susu ibu hamil dalam sudut pandang kualitatif belum ada dilakukan di Kota Bandar Lampung padahal analisis tersebut sangat penting.
Dengan demikian, masalah penelitian ini adalah Analisa Konsumsi Susu Ibu Hamil Untuk Meningkatkan Berat Badan Mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung.
1.4 Tujuan Penelitian
1.         Untuk mengetahui bagaimana mekanisme susu ibu hamil mampu menaikkan berat badan pada Mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung?
2.         Untuk mengetahui kenapa mahasiswa mengkonsumsi susu ibu hamil pada Mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung?
3.         Untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan seorang mengkonsumsi susu ibu hamil pada Mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung?
4.         Untuk mengetahui apa saja yang menjadi dampak dari mengkonsumsi susu ibu hamil pada Mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung
1.5  Manfaat Penelitian
Penelitian ini mengangkat tema Bagaimana Pengaruh Susu Ibu Hamil Terhadap Kenaikkan Berat Badan Pada Mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.         Manfaat Teoritis
a.       Penelitian ini diharapkan mampu menambah informasi serta dapat juga sebagai bahan referensi yang berkaitan dengan konsumsi susu ibu hamil pada mahasiswa
b.      Penelitian ini dapat dijadikan penelitian yang relevan bagi penelitian-penelitian selanjutnya
2.         Manfaat Praktis
1.      Bagi  FKM Universitas Malahayati
Penelitian ini diharapkan mampu untuk dijadikan sarana acuan dalam meningkatkan dan menambah wawasan mengenai  Bagaimana Pengaruh Konsumsi Susu Ibu Hamil pada Mahasiswa.
2.      Bagi Peneliti
1.      Penelitian ini untuk memenuhi syarat dalam rangka menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Metodologi kualitatif
2.      Menambah pengetahuan dan pengalaman peneliti dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat selama perkuliahan kedalam karya nyata
3.        Bagi Masyarakat Umum
Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan memberikan informasi yang luas mengenai Bagaimana Pengaruh Konsumsi Susu Ibu Hamil bagi mahasiswa/bagi orang yang tidak hamil
1.6  Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam (indepth interview). Penelitian ini dilaksanakan di Kota Bandar Lampung dengan membatasi pada penyebab perilaku konsusmsi susu ibu hamil pada mahasiswa universitas malahayati Bandar Lampung penelitian ini bertujuan untuk menganalisa konsumsi susu ibu hamil untuk meningkatkan berat badan mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang memiliki berat badan kurang (kurus). Waktu pelaksanaan pada tanggal 20 Mei  hingga selesai pada tanggal 25 Mei 2015.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Perilaku
Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme baik yang dapat diamati baik secara langsung maupun secara tidak langsung (Notoatmodjo, 2010). Secara lebih jelas perilaku dapat diartikan suatu respon organisme terhadap rangsangan dari luar dan respon ini ada dua bentuk yaitu:
1.      Respon internal, yakni respon yang terjadi di dalam diri individu dan tidak dapat dilihat langsung oleh orang lain seperti misalnya berfikir, sikap batin dan pengetahuan. Perilakunya sendiri masih terselubung yang disebut dengan covert behaviour.
2.      Respon yang berbentuk aktif yakni apabila perilaku itu jelas dapat diobservasi secara langsung oleh orang lain. Perilaku disini sudah tampak dalam bentuk tindakan yang nyata dan disebut overt behaviour.
Perilaku kesehatan dipengaruhi oleh faktor-faktor individu maupun lingkungan, dan karena itu memiliki dua bagian yang berbeda. Pertama PRECEDE (Predisposing, Reinforcing, Enabling, Constructs in, Educational Diagnosis, Evaluation). Kedua PROCEED (Policy,Regulatory, Organizational, Constructs in, Educational, Enviromental, Development).
Menurut Green (1980) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku dapat dilihat dari penggunaan kerangka kerja PRECEDE and PROCEED sebagai berikut ini:




Sumber :Soekidjo Notoatmodjo (2010)

2.2  Mahasiswa
Mahasiswa merupakan pelajar perguruan tinggi. Didalam struktur pendidikan Indonesia, mahasiswa menduduki jenjang satuan pendidikan tertinggi di antara yang lain (KBBI). Sedangkan mahasiswa menurut Knopfemacher (dalam Suwono, 1978) adalah merupakan insan-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi, dididik & di harapkan menjadi calon - calon intelektual.
2.3  Kurus
Kurus adalah kekurangan berat badandari batas ideal 20%. Kekurangan ini disebabkan sedikitnya sel lemak yang ada dalam tubuh atau kekurangan kadar lemak yang ada dalam sel-sel tubuh. Sedangkan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) online, kurus berarti kurang berdaging, tidak gemuk, tandus dan tidak subur. Sedangkan langsing berarti lampai, ramping badannya.
2.4  Penyebab Kurus
a.       Factor Genetika
Factor Genetika dapat dimaksud juga dengan factor keturunan di mana tiap-tiap orang pasti mempunyai gen di tiap-tiap sel yang ada pada badannya. Gen yaitu penentu karakter yang di turunkan dari orang tua, baik itu resesif maupun yang dominan. Dan postur badan atau tubuh juga dapat di pengaruhi oleh genetik. Tubuh yang kurus juga dapat disebabkan dari genetik yang di turunkan oleh orang tua. Barangkali juga  orang tua Anda tak kurus, tetapi tanyakan pada mereka apakah pada kakek nenek dan buyut ada yang memang kurus.
b.      Kurang Konsumsi Gizi
Kekurangan konsumsi gizi dapat mengakibatkan tubuh kita semakin kurus. Ini disebabkan badan kita tak memperoleh gizi yang seimbang. Umpamanya karena pola makan tak teratur hingga jarang konsumsi makanan  4 sehat 5 sempurna.


c.       Kurang Minum
Air adalah satu diantara kebutuhan terutama untuk kehidupan manusia dikarenakan penyusun sebagian besar pada tubuh manusia manusia yaitu molekul air. Memiliki tubuh yang kurus dapat juga dikarenakan  kurangnya minum, hingga mengakibatkan pencernaan kita alami masalah. Air puitih kaya dengan mineral dan tidak sama dengan air yang lain yang telah banyak memiliki kandungan bahan kimia yang sudah pasti benar-benar beresiko bagi kesehatan,
d.      Kurang Istirahat
Supaya semua anggota badan bisa bekerja dengan cara optimal sudah pasti kita harus dapat menyeimbangkan antara kegiatan, makan dan juga istirahat. Bila tak seperti itu, maka bisa berlangsung masalah dalam badan kita. Persoalan ini umumnya terjadi bagi mereka yang kerap bekerja lembur sampai saat tidur mereka akan tersita karena pekerjaan. Ataupun bagi yang suka begadang. 
e.       Banyak Fikiran hingga Stres
Berpikir memang jadi ciri khas manusia dibanding dengan mahluk lain. Tetapi, terlampau banyak berpikir akan menyebabkan stress. Berpikir juga memerlukan tenaga, bila kita selalu berpikir dan juga tak disertai makan serta istirahat cukup, maka biasanya akan berlangsung perombakan pada lemak serta protein di dalam tubuh. Terjadi perombakan tersebut yang menyebabkan otot kita mengecil dengan kata lain bisa disebut dengan kurus.
f.       Kurang Olah Raga
Olah Raga sering menjadi hal yang diremehkan hingga beberapa orang yang tak terlampau mementingkannya. Walau sebenarnya olahraga benar-benar berguna untuk melindungi kesehatan badan banyak pula yang tak melakukannya dengan berbagai alasan. Orang yang hidupnya kurang berolahraga badannya akan gampang terserang penyakit hingga mengakibatkan tubuh jadi kurus.

g.      Konsumsi Minuman Beralkohol dan Junk Food
Untuk Anda yang memikirkan bahwasanya dengan konsumsi junk food yang berlebihan maka Anda bakal gemuk, hal semacam itu adalah pemikiran salah. Konsumsi junk food seperti makanan pizza, burger, dan juga junk food yang lain malah jadi langkah menaikkan berat tubuh yang salah. Selain itu, Anda lebih beresiko untuk diserang penyakit jantung yang disebabkan kandungan kolesterol jahat pada darah yang tinggi. Kemudian junk food juga memiliki kandungan sedikit kalori tetapi banyak memiliki kandungan lemak. Alkohol juga memiliki kandungan sedikit kalori yang tak menaikkan berat tubuh Anda. Alkohol bisa menjadikan lambung Anda terisi oleh gas hingga membuat nafsu makan anda semakin berkurang.
2.5    Susu
Susu adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar susu (mamae), baik dari binatang maupun dari buah dada seorang ibu. Air susu ibu biasa dikenal dengan ASI, sedangkan susu hewan atau susu tiruan sebagai pengganti susu ibu disebut Pengganti Air Susu Ibu atau PASI pada umumnya adalah air susu dari berbagai binatang ternak, misalnya sapi, kerbau, kambing dan ada pula yang mempergunakan air susu unta atau kuda (Sediaoetama, 2006).
a.       Susu Ibu Hamil
Susu ibu hamil merupakan tambahan atau penyempurna makanan ibu hamil. Kandungan nutirisi di dalam susu ibu hamil dapat menambah atau menutupi kebutuhan ibu hamil akan protein, asam folat, AA dan juga DHA selama kehamilan berlangsung.
b.      Kandungan didalam Susu Ibu Hamil
a.    Susu mengandung zat protein yang berfungsi:
1.        Membangun dan memperbaiki jaringan tubuh (otot, tulang, mata kulit jantung dan hati)
2.        membantu pembentukan darah, cairan ketuban dan plasenta
3.        Mebentuk antibodi
4.        Protein dibutuhkan sebanyak 60 gr perhari
5.        Sumber protein selain susu: kacang-kacangan, tahu
b.    Mengandung zat kalsium yang berfungsi:
1.        Membentuk tulang dan gigi bayi
2.        Mempersiapkan asi
3.        Menjaga kalsium itu sendiri, karena jika ibu hamil tidak
mengkonsumsi kalsium dapat menyebabkan ibu beresiko terkena  osteoporosis
4.      Kebutuhan zat kalsium 1000 mg
5.      Sumber zat kalsium selain susu: keju, sayuran hijau, ikan
c.    Mengandung Vitamin D yang berfungsi
1.        Membantu penyerapan kalsium dalam darah untuk pembentukan tulang dan jaringan sel bayi
2.        Sumber vit D selain susu : kuning telur, ikan tuna, sinar matahari pagi selama 15 menit
d.   Mengandung Zat Besi yang Berfungsi:
1.        Membentuk sel darah merah untuk mencegah anemia
2.        Kebutuhan zat besi 30-60 mg
3.        Sumber selain susu: daging , kacang-kacangan daan tiram
e.    Mengandung Vitamin A Berfungsi:
1.        Membantu Pembentukan Tulang Dan Jaringan Dalam Bayi (Gigi, Rambut, Kuku,Penglihatan)
2.        Membentuk Enemel Pada Gusi
3.        Membentuk Pertahanan Terhadap Infeksi
4.        Kebutuhan Vit A 5000 Iu
5.        Sumber selain susu : buah-buahan, sayuran, kuning telur, mentega.

2.6  Kerangka Teori



Sumber :Soekidjo Notoatmodjo (2010)

Berdasarkan teori perilaku yang telah dikemukakan pada tinjauan pustaka di atas oleh Spranger dalam Notoatmodjo (2007) serta Green & Krauter (1991), terdapat beberapa faktor yang melatar belakangi perilaku pada seseorang, namun hanya beberapa determinan perilaku yang dianggap peneliti dominan dan diadopsi serta dimodifikasi dari kedua teori tersebut dan memiliki unsur-unsur yang dibutuhkan dalam penelitian ini serta menjadi sandaran teoritis dalam penentuan kerangka konsep penelitian. Menurut Greeen & Krauter (1991) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku adalah:
1.      Faktor predisposisi, yaitu faktor pencetus timbulnya perilaku seperti pikiran dan motivasi untuk berperilaku
2.      Faktor pemungkin (enabling factor), yaitu faktor yang memungkinkan suatu motivasi atau aspirasi terlaksana menjadi perilaku.
3.      Faktor penguat, yaitu faktor penyerta perilaku yang memberi ganjaran, insentif atau hukuman atas perilaku dan berperan bagi menetap atau lenyapnya perilaku itu.
4.      Faktor Lingkungan yaitu faktor yang dapat dilihat dari segi sosial dan ekonomi.
Sedangkan Spranger dalam Notoatmodjo (2007) mengemukakan kepribadian seseorang ditentukan oleh salah satu nilai budaya yang dominan pada diri orang tersebut. Selanjutnya kepribadian tersebut akan menentukan pola dasar perilaku manusia yang bersangkutan.
2.7    Kerangka konsep
Kerangka konsep yang menjadi garis besar dalam penelitian ini adalah konsumsi susu ibu hamil pada kalangan mahasiswi. Beberapa tahun terkahir perkembangan teknologi komunikasi dan informasi berkembang dengan pesat, hampir dalam segala bidang terjamah akan perkembangan teknologi tersebut. Munculnya berbagai penemuan baru memberikan kemudahan dalam kehiduapan manusia, khususnya dalam bidang komunikasi dengan diketemukanya internet yang memberikan dampak yang cukup besar.
Mahasiswi sebagai salah satu pengguna smartpone aktif, juga ikut terpengaruh dari adanya dampak negatif internet tersebut karena mereka mendapatkan isu bahwa susu ibu hamil mampu menaikkan berat badan. Sehingga dampak negatif dari adanya internet yang berpengaruh terhadap mahasiswi ditunjukan dengan adanya keterlibatan mahasiswi dalam konsusmsi susu ibu hamil.
Berdasarkan keadaan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang bagaimana proses mahasiswi Universitas Malahayati Bandar Lampung mengkonsumsi susu ibu hamil, apa yang menyebabkan mereka tertarik untuk mencoba mengkonsumsi susu ibu hamil, serta dampak dari susu ibu hamil.

Gambar 2.3 Kerangka Konsep




2.8     Penelitian yang Relevan
Menurut ahli gizi terkenal  Dr Wendy Bazilian, penulis The SuperFoodsRx Diet dan co-pemilik Klinik Kesehatan San Diego berbasis Bazilian dalam penelitiannya ini mengkaji tentang peminum susu cenderung memiliki pola makan sehat secara keseluruhan dan cenderung lebih ramping dibandingkan non-peminum susu." Dan dengan pemuda  sehat, seperti susu, dapat berkontribusi terhadap penurunan berat badan, tulang kuat dan kesehatan secara keseluruhan.
Sebuah penelitian dilakukan oleh para peneliti dari University of Tennessee. Mereka menguji dua kelompok responden yang memiliki masalah dengan kelebihan berat badan. Kedua kelompok responden ini diminta untuk mengikuti suatu program diet yang nyaris sama. Yang membedakan keduanya adalah bahwa kelompok pertama diminta untuk minum susu kaya kalsium hingga 3x sehari, sementara kelompok kedua tidak. Ternyata kelompok pertama mengalami pengurangan jumlah lemak di perut dan kelompok kedua tidak. Sebagai tambahan, saat para peneliti mencobanya dengan suplemen kalsium, ternyata suplemen ini tidak bekerja sebaik yang dilakukan susu. Para peneliti percaya bahwa selagi kalsium bekerja membakar lemak, komponen-komponen lain dalam susu turut bekerja untuk membakar lemak.  dari penelitian yang dilakukan di Swedia diketahui bahwa segelas susu setiap hari dapat membantu menurunkan berat badan. Susu memiliki banyak sekali kandungan gizi dibandingkan dengan kandungan kalorinya
Dari deskripsi hasil penelitian yang relevan, dapat diketahui bahwa penelitian tersebut memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan. Persamaanya yaitu sama-sama meneliti tentang penyalahgunaan atau dampak negatif dari adanya isu tentang susu, sedangkan perbedaanya terletak pada jenis susu yang digunakan tersebut, jika dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr Wendy Bazilian adalah susu berkontribusi terhadap penurunan berat badan, sedangkan dalam penelitian yang akan peneliti lakukan adalah konsumsi susu mampu menaikan berat badan.








BAB III
METODE PENELITIAN

3.1.  Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian terkait dengan analisisa konsumsi susu ibu hamil untuk meningkatkan berat badan mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung. Lokasi penelitian ini yaitu pada lingkungan Universitas Malahayati Jl. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung. dikarenakan terdapat mahasiswa yang mengkonsusmsi susu ibu hamil, sehingga peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian di lingkungan Universitas Malahayati Bandar Lampung terkait dengan analisisa konsumsi susu ibu hamil untuk meningkatkan berat badan mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung
3.2. Waktu Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2015  dan selesai pada tanggal 25 Mei 2015.
3.3.Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode studi kasus yang bertujuan mengumpulkan data dari seseorang yang mempunyai kasus tertentu. Hal tersebut senada dengan yang dikemukakan oleh Bogdan dan Bikien (1982) mengenai pengertian studi kasus yang merupakan pengujian secara rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertentu . Surachrnad (1982) membatasi pendekatan studi kasus sebagai suatu pendekatan dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan rinci. Sementara Ary, Jacobs, dan Razavieh (1985) menjelasan bahwa dalam studi kasus hendaknya peneliti berusaha menguji unit atau individu secara mendalarn. Berdasarkan batasan tersebut dapat dipahami bahwa batasan studi kasus meliputi:
1.         Sasaran penelitiannya dapat berupa manusia, peristiwa, latar, dan dokumen,
2.         Sasaran-sasaran tersebut ditelaah secara mendalam sebagai suatu totalitas sesuai dengan konteksnya masing-masing dengan maksud untuk mernahami berbagai kaitan yang ada di antara variabel-variabelnya.
3.4.  Bentuk Penelitian
Penelitian mengenai analisisa konsumsi susu ibu hamil untuk meningkatkan berat badan mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung ini memerlukan pendekatan penelitian yang nantinya mampu untuk menganalisis setiap kejadian, persepsi, motivasi, tindakan dan lain sebagainya untuk kemudian dijelaskan serta diuraikan dalam sebuah data berupa kalimat ataupun kata-kata. Maka dari itu, penelitian ini menggunakan pendekatan secara kualitatif deskriptif.
Menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong (2007), penelitian kualitatif didefinisikan sebagai sebuah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Moleong menjelaskan dalam pendekatan kualitatif deskriptif, data yang dikumpulkan adalah data yang berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Data tersebut bisa diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, video, foto, dan dokumentasi pribadi.
Dalam penelitian ini, tentu data yang akan diambil oleh peneliti bersumber dari pihak-pihak yang terkait dalam adanya kejadian konsumsi susu ibu hamil untuk manaikkan berat badan pada mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung. Pengambilan data dilaksanakan dengan melakukan pengamatan setiap kegiatan dan tentunya dari hasil wawancara kepada mahasiswa yang mengkonsumsi susu ibu hamil tersebut.
3.5.  Sumber Data Penelitian
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan observasi dan wawancara untuk mencari dan mengumpulkan data yang kemudian akan diolah untuk mendeskripsikan tentang adanya kejadian konsumsi susu ibu hamil untuk manaikkan berat badan pada mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung atau dengan istilah lain yaitu menggunakan data primer.
Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dimana data tersebut diambil langsung oleh peneliti kepada sumber secara langsung melalui responden. Kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama. Sumber data utama dicatat melalui catatan tertulis atau melalui perekaman video/ audio tape, pengambilan foto dan film (Moleong, 2007: 157). Data diperoleh melalui pengamatan langsung dan wawancara di lapangan. Sumber data primer pada penelitian ini adalah melalui pengamatan secara langsung pada lokasi yaitu Jl. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung  dengan melalui wawancara mendalam kepada mahasiswa yang mengkonsusmsi susu ibu hamil. Sedangkan untuk data tambahan, peneliti mencari dan mendokumentasikan berbagai data dari sumber lain guna memperkaya data, baik itu melalui buku, foto, artikel, surat kabar, data statistik, dan lain sebagainya.
3.6.  Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data (Sugiyono, 2012: 224). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang meliputi:
1.    Wawancara Mendalam
Wawancara mendalam (in–depth interview) adalah proses
memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama. Teknik ini dipergunakan untuk memperoleh data dari calon responden langsung.
2.    Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang memiliki arti barang-barang tertulis (Arikunto, 2002:135). Dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumentasi pendukung data-data penelitian yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini, pendukung data dalam hal tertulis atau dokumen diambil dari berbagai arsip-arsip, serta juga melalui berbagai warta berita.
3.     Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan dengan mencari referensi yang sesuai dengan topik atau tema yang diteliti. Studi pustaka ini digunakan untuk menunjang kelengkapan data dalam penelitian dengan menggunakan sumber-sumber dari kepustakaan yang relevan.
3.7.  Instrumen Penelitian
Instrumen pada penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument). Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif dapat dikatakan cukup rumit karena selain sebagai perencana, pelaksana pengumpulan data, menganalisis, penafsir data, peneliti tentu juga sebagai pelapor hasil penelitiannya tersebut (Moleong, 2007: 168). Instrumen sendiri menurut Arikunto (2002: 126) ialah alat pada waktu peneliti menggunakan suatu metode. Karena dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam dan dokumentasi, maka intrumen yang dibutuhkan antara lain yaitu pedoman wawancara, tape recorder, kamera, serta alat tulis.
3.8.  Teknik Pemilihan Informan
Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk pengambilan sampel dengan tujuan menjaring sebanyak mungkin informasi dari berbagai macam sumber dan bangunannya (Moleong, 2007:224). Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dari mahasiswa Universitas Malahayati yang mengkonsumsi susu ibu hamil.
3.9.  Variabel Penelitian
Variabel penelitian terdiri dari Pengetahuan, Persepsi, Sikap, Situasi dan kondisi serta media massa.
3.10.   Definisi Operasional
Definisi operasional yang ingin diteliti adalah sebagai berikut:
1.         Pengetahuan adalah hal-hal yang diketahui informan tentang susu ibu hamil
2.         Persepsi adalah pandangan informan tentang konsumsi susu ibu hamil, risiko dan akibatnya
3.         Sikap adalah keyakinan seorang informan mengenai konsumsi susu ibu hamil dan memberikan dasar pada informan tersebut untuk membuat respons atau berperilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya
4.         Situasi dan kondisi adalah keadaan yang mendukung dan memungkinkan Untuk mengkonsumsi susu ibu hamil  pertama kali dan selanjutnya pada mahasiswa
5.         Media massa adalah alat penyampai informasi baik dalam bentuk audio, vpersepsial maupun audio-vpersepsial yang mendorong terjadinya konsumsi susu ibu hamil
3.11.        Validitas Data
Validitas data merupakan bagian penting dalam sebuah penelitian dimana dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh sang peneliti dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dalam pemeriksaan keabsahan data ini, peneliti menggunakan trianggulasi data.
Trianggulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan atau valid tidaknya data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data tersebut untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut (Moleong, 2007:330). Untuk tekniknya sendiri, dalam penelitian ini digunakan teknik trianggulasi dengan sumber.
Trianggulasi sumber berarti membandingkan dan mengecek derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Menurut Patton dalam Moleong (2007: 330) hal tersebut dapat dicapai melalui:
1.      Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.
2.       Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi.
3.      Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.
4.      Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan.
5.      Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
Dalam trianggulasi sumber ini dilakukan dengan membandingkan informasi yang diperoleh peneliti dari masing-masing informan. Informasi yang diperoleh dari para tokoh masyarakat nantinya akan dibandingkan dengan informasi yang diperoleh melalui hasil wawancara kepada mahasiswa. Perbandingan tersebut nantinya tentu akan dijadikan analisis mengenai kesamaan atau perbedaan-perbedaan informasi yang diperoleh peneliti.
3.12.        Teknik Analisis Data
Dalam teknik analisis data, terdapat empat komponen dimana keempat komponen tersebut merupakan proses siklus dan interaktif dalam sebuah penelitian. Keempat komponen tersebuat ialah:
1.      Pengumpulan Data
Data dikumpulkan oleh peneliti berupa data dari hasil wawancara, dokumentasi yang dicatat dalam catatan lapangan yang terdiri dari dua aspek, yaitu deskripsi dan refleksi. Catatan deskripsi merupakan data alami yang berisi tentang apa yang dilihat, didengar, dirasakan, disaksikan, dan dialami sendiri oleh peneliti (Miles dan Huberman, 1994:15). Pengamatan juga mencakup data-data lainnya baik itu data verbal maupun nonverbal dari penelitian ini. Peneliti juga akan melakukan pencatatan terkait dengan analisisa konsumsi susu ibu hamil untuk meningkatkan berat badan mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung.
Catatan refleksi merupakan catatan yang membuat kesan, komentar, dan tafsiran dari peneliti tentang berbagai temuan yang dijumpai pada saat melakukan penelitian dan merupakan bahan rencana pengumpulan data untuk tahap selanjutnya. Untuk mendapatkan catatan ini, maka peneliti harus melakukan wawancara dengan berbagai informan (Miles dan Huberman, 1994: 16).
2.      Redusi Data
Reduksi data merupakan proses pemilihan/ penyederhanaan data-data yang diperoleh baik itu dari hasil wawancara, maupun dokumentasi yang didasarkan atas fokus permasalahan. Setelah melalui proses pemilihan data, maka akan ada data yang penting dan data yang tidak digunakan. Maka, kemudian data diolah dan disajikan dengan bahasa maupun tulisan yang lebih ilmiah dan lebih bermakna (Miles dan Huberman, 1994: 16).
3.      Penyajian Data
Penyajian data adalah proses penampilan data dari semua hasil penelitian dalam bentuk paparan naratif representatif tabular termasuk dalam format matriks, grafis dan sebagainya, yang nantinya dapat mempermudah peneliti dalam melihat gambaran hasil penelitian karena dari banyaknya data dan informasi tersebut peneliti kesulitan dalam pengambilan kesimpulan dari hasil penelitian ini (Usman, 2009: 85). Data-data yang diperoleh perlu disajikan dalam format yang lebih sederhana sehingga peneliti mudah dalam menganalisisnya dan membuat tindakan berdasarkan pemahaman yang diperoleh dari penyajian data-data tersebut.
4.      Penyimpulan Data
Kesimpulan merupakan langkah akhir dalam pembuatan laporan penelitian. Penarikan kesimpilan adalah usaha guna mencari atau memahami makna, keteraturan pola-pola penjelasan, alur sebab akibat. Kesimpulan yang telah ditarik maka kemudian diverifikasi dengan cara melihat dan mempertanyakan kembali dan melihat catatan lapangan agar memperoleh pemahaman yang tepat. Selain itu, juga dapat dengan mendiskusikannya (Usman, 2009: 87).
Miles dan Huberman (1994: 20) menjelaskan bahwa pengambilan kesimpulan harus dilakukan secara teliti dan hati-hati agar kesimpulan yang diperoleh berkualitas dan sesuai dengan tujuan penelitian. Hal tersebut dilakukan agar data tersebut mempunyai validitas sehingga kesimpulan yang ditarik menjadi kuat.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Karakterristik  Informan
Karakteristik informan yang dibahas dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari mahasiswa universitas malahayati yang terlibat langsung dalam mengkonsumsi susu ibu hamil. Dengan jumlah informan tersebut, peneliti memang masih belum bisa untuk banyak mendapatkan informasi yang dibutuhkan.  Informan merupakan subjek penelitian yang sangat penting, maka dalam penelitian ini nama asli dari informan sengaja disamarkan dengan menggunakan nama lain untuk melindungi informan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. Pengumpulan informasi terhadap informan dilakukan melalui wawancara mendalam (indepth interview). Di bawah ini adalah gambaran secara umum tentang identitas informan yang telah peneliti wawancarai. Secara rinci berikut data informan yang menjadi narasumber berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan:
1.      YS
Merupakan mahasiswa yang memiliki BB kurang atau kurus dengan BB 39kg dan TB 148cm, YS berasal dari Gedong Aji Rawa Pitu dia menghuni salah satu kost-kostan di daerah Pramuka, dia mendapat informasi bahwa susu ibu hamil dapat meningkatkan berat badan dari salah satu temanya di kampus, dan dari situ dia akhirnya menjadi seorang yang sering mengkonsumsi susu ibu hamil untuk meningkatkan berat badannya hingga saat ini BB YS masih 39kg.
2.      AC
Merupakan seorang mahasiswa yang memiliki berat badan kurang atau kurus berasal dari Sukadana Lampung Timur dia tinggal atau kost di daerah Kemiling, dia mengetahui informasi bahwa susu ibu hamil dapat meningkatkan berat badan dari salah satu saudaranya melalui media sosial. Saat ini BB AC 41kg dengan BB 156cm sementara BB sebelum mengkonsumsi susu ibu hamil 40kg.
3.      FC
Merupakan seorang mahasiswa yang kost di daerah kemiling, tidak jauh dari kampus, biasanya dia menggunakan motor Honda Beat diantar oleh sang kekasih sebagai pasangan setianya untuk ke kampus. Dia juga memiliki BB kurang dan mengkonsumsi susu ibu hamil untuk meningkatkan BB nya. BB FC saat ini adalah 40kg dengan TB 150cm sementara BB sebelum konsumsi susu ibu hamil 40kg.
Peneliti mohon maaf bila informasi yang peneliti sebutkan di identitas informan sangatlah sedikit, hal ini dikarenakan peneli berusaha dengan sangat untuk menjaga kerahasiaan informan, terlebih informan adalah teman sekampus, sehingga jika informasi yang peneli berikan banyak maka akan dapat diketahui siapa informan tersebut, oleh karena itu peneli hanya memberikan sedikit informasi mengenai informan.
4.2 Hasil
4.2.1 pengetahuan
Semua informan dalam penelitian ini berpendapat sama mengenai berat badan mereka yaitu menurut mereka berat badan mereka sangat kurang dari ideal atau kurus, tetapi upaya yang mereka lakukan untuk meningkatkan berat badan meraka berbeda-beda, seperti terungkap dari pernyataan informan berikut saat ditanya upaya yang dilakukan untuk meningkatkan BB:

“ Banyak tapi kayaknya gak ada yang ngefek. Kayak olah raga rutin, kalo sekali seminggu udah pasti, paling bentar sejam Cuma jalan-jalan muterin lapangan doang sih biar sehat. Gak mau juga lari nanti yang ada tambah kurus “ (YS)

“ makan yang bergizi sama olah raga biar sehat tapi saya jarang olah raga deng “ (AC)
“banyak-banyakin makan kalo saya mah,, hhaha “ (FC)

Informan memiliki pendapat yang tidak jauh berbeda saat ditanya kenapa informan ingin meningkatkan BB yaitu seperti ungkapan dibawah ini:
“pengen keliatan bagus, kalo kurus suka gak pede sama malu juga dibilang kurus” (YS)

“biar enak beli baju, jadi kalo pke baju agak sempit gak kiliatan kayak tengkorak idup” AC)

“biar enak diliat” (FC)

Semua informan pernah mengkonsumsi susu ibu hamil tujuannya juga sama yaitu untuk meningkatkan BB akan tetapi informasi yang mereka dapat hanya isu, seperti penuturan masing-masing informan berikut:
“karena bisa naikkin BB katanya...” (YS)

“katanya sih bisa naikkin BB, jadi saya tertarik ajh untuk nyoba Cuma pas belinya itu malu” (AC)

“katanya sih bisa naikkin BB soalnya kandungan nutrisinya lebih banyak terus rasanya enak ga kayak jamu pait” (FC)

Merek susu yang mereka konsumsi berpariasi tetapi merek yang paling sering mereka konsumsi yaitu unmum materna. Ternyata responden tidak mengetahui mengenai susu ibu hamil seperti pernyataan berikut:

“hahaha... apa ya yang saya tau buat ibu hamil, katanya sih bisa naikkin BB soalnya kandunganya itu lebih banyak dari susu biasa” (YS)
“banyak mengandung zat yang dibutuhkan ibu dan janin, namanya juga susu ibu hamil hahha..” (AC)

“susu yang dikonsumsi ibu hamil lah” (FC)

Informan juga mengkonsumsi susu ibu hamil sudah sejak lama dan sudah menghabiskan beberapa kotak susu ibu hamil, seperti penuturan  masing-masing informan senagai berikut:

sudah lama tahun 2014, kalo gak salah sih awal-awal juli.... berapa yaaa kayaknya 10-12 kotak lah” (YS)

“saya inget banget waktu itu semester 3, ... abis 15 kotak saya” (AC)

“awal desembar tahun kemaren, 13 kotak” (FC)

Semua informan tidak mengetahui secara pasti kandungan yang terdapat dalam susu ibu hamil serta kandungan yang dapat menaingkatkan BB, seperti yang terungkap berikut ini:
“ga tau yang jelas ada protein sama kalsium, hahha..... protein kayaknya” (YS)

“ga tau mungkin sama kayak susu-susu biasa kali yah..... mungkin kandungan protein” (AC)

“gak tau palingan sama ajh lah kayak susu biasa Cuma kandungannya lebih banyak dari susu biasa kali.... protein” (FC)

Untuk mengetahui lebih mendalam mengenai pengetahuan informan tentang Susu ibu hamil yang di anggap dapat meningkatkan BB maka ditanyakan lebih lanjut mengenai kenapa ada orang yang mengkonsumsi susu ibu hamil untik meningkatkan BB dan sumber informasi yang mereka dapatkan/dengar tentang susu ibu hamil, seperti penuturan informan berikut:

ya mungkin udah nyobain cara lain terus gak mempan, klo saya sih dapat informasi dari teman sekelas, waktu saya curhat terus dia nyaranin buat minum susu ibu hamil” (YS)

“mungkin banyak jualannya dimana-mana ada.. klao saya disaranin sama saudara saudara saya tau dari temennya” (AC)

“diajak temen kali, atau disaranin orang lain kayak saya disaranin sam temen” (FC)

4.2.2 Persepsi
Sebagian besar informan dalam penelitian ini berpendapat sama mengenai persepsi mereka terhadap konsumsi susu ibu hamil untuk meningkatkan BB dimana menurut mereka dapat meningkatkan BB. Seperti penuturan informan berikut:

kalau gambaran saya bisa membuat gemuk...” (YS)

“hanya untuk menaikkan BB” (AC)

“waktu belum mengkonsumsi gambaran saya bakalan bisa naikin BB” (FC)

Lebih mendalam lagi ditanyakan kembali kepada informan apa saja yang akan menjadi akibat atau dampak dari konsumsi susu ibu hamil jika dikonsumsi oleh orang yang tidak gamil. Semua informan memberikan jawaban yang hampir sama yaitu mereka mengatakan ada dampak akan tetapi mereka tidak mengetahui dampak yang ditimbulkan. Seperti terungkap dalam penuturan informan berikut:

“mungkin ada tapi saya tidak tahu apa, selama saya  mengkonsumsnya tidak ada dampak apapun yang saya rasakan” (YS)

“dampak mungkin ada karena susu ini kan di buat untuk orang hamiltapi selama ini saya saya minum susu ibu hamil gak ada dampak apa-apa” (AC)

“dampaknya bisa buat gemuk katanya tapi untuk dampak-dampak yang lainsaya gak tau, yang jelas selama saya konsumsi gak ada dampak” (FC)
Jika terdapat dampak dari konsumsi susu ibu hamil maka informan mempunyai pendapat yang sama yaitu akan berhenti mengkonsumsinya. Seperti ungkapan sebagai berikut:

kalo terdapat dampak yang negatif tinggal berinti minum” (YS)

“...... berenti” (AC)

“saya stop aja pemakaiannya” (FC)

4.2.3 Sikap
Sikap mahasiswa yang pada awalnya masih merasa malu dalam mengekspresikan diri menjadi lebih terbuka untuk mencari dan menunjukkan jati dirinya, sebagian besar informan yang menyatakan bahwa tidak boleh mengkonsumsi susu ibu hamil jika tidak dalam kondisi hamil. Hal tersebut menjadi cermin bagi pribadinya agar susu  tersebut tidak dikonsumsi oleh orang yang tidak hamil, seperti terungkap sebagai berikut:

“boleh-boleh ajh asal dalam batas kewajaran gak dikonsumsi untuk tiap hari....” (YS)

“susu itu kan untuk orang hamil jadi klo mau gendut ga usah aneh-aneh yang dikonsumsi...”(AC)

“gak boleh sebenernya,, klo mau gendut mending beli susu yang udah dikhususin untuk naikkin BB” (AF)

4.2.4. Situasi dan Kondisi
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini didapatkan kenyataan bahwa hubungan konsumsi susu ibu hamil oleh orang yang tidak hamil terjadi di sekitar kita, semua informan tidak tinggal bersama keluarga atau kost, dan jarang mendapat pengawasan dari orang tua dalam kondisi tersebut informan lebih bebas untuk melakukan berbagai hal, Sebagaimana pernyatan informan berikut ini:

“saya tinggal sendiri, jarang  diawasi palingan nelpon jadi orang tua saya gak tau saya ngapain, walaupum diawasi juga ibuk sama bapak gak akan tau susu apa yang saya minum kan kulitnya langsung saya buang...” (YS)

“tinggal sendiri, jarang kalo diawasi paling saya yang disuruh pulang” (AC)

“tinggal sendiri, gak pernah diawasi palingan ditelpon...” (FC)


4.2.5 Peran Media
Pada penelitian ini, informan mendapatkan informasi mengenai konsumsi susu ibu hamil dari Smartphone seperti sosial media BB dan internet. Seperti yang terungkap oleh informan berikut:

”menggunakan media massa sih sering tapi kalo untuk cari info mengenai susu ibu hamil itu saya BBM’an sama temen...berpengaruh banget..”(YS)

”sering tiap jam tiap menit malah, internet itu udah kayak kebutuhan, kalo untuk cari info mengenai susu ibu hamil waktu itu saya nanya-nanya BBMan sama temen..” (AC)

”internet, kadang BBM’an...”(FC)

4.2.6 Dukungan
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini didapatkan kenyataan bahwa lingkungan dan keadaan ekonomi sangat mempengaruhi prilaku.  Sebagaimana pernyatan informan berikut ini:

“respon temen saya biasa ajh, orang dia yang nyaranin... dikirim uang itu gak nentu tapi tiap bulan 2 juta pasti kadang lebih ” (YS)

“biasa ajh tu, saya kalo masalah uang gakdijatah kalo habis tinggal mintak palingan tiap bulan 2 juta kalo jarang maen...” (AC)

“ kalo teman-teman sih biasa aja lah,.... tiap bulan 2 jutaan kadang kurang..” (FC)



4.3 Pembahasan
4.3.1 Keterbatasan Penelitian
Selama proses pengambilan data terdapat keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini, antara lain:
1.    Situasi pada saat berlangsungnya wawancara mendalam dapat mempengaruhi informasi yang didapat, misalnya saat wawancara di kost’an, karena suasana yang kurang kondusif sehingga dapat mengganggu konsentrasi informan dalam menyampaikan informasi
2.    Jadwal wawancara yang telah ditetapkan terkadang bergeser dari yang telah direncanakan .
3.    Terdapat informan yang menjawab pertanyaan dengan tidak serius karena mengaggap bahwa peneliti adalah temannya sendiri.
4.3.2   Pengetahuan
Mahasiswa merupakan pelajar perguruan tinggi. Didalam struktur pendidikan Indonesia, mahasiswa menduduki jenjang satuan pendidikan tertinggi di antara yang lain (KBBI). Sedangkan mahasiswa menurut Knopfemacher (dalam Suwono, 1978) adalah merupakan insan-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi, dididik & di harapkan menjadi calon - calon intelektual.
Berdasarkan dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti, dapat diketahui bahwa proses awal mahasiswa mengetahui bahwa susu ibu hamil dapat meningkatkan BB yaitu melalui interaksi dengan saudara atau teman semahasiswa. Dalam proses interaksi tersebut terjadi saling menukar dan menerima informasi yang kemudian diterima oleh akal pikiran mahasiswa yang dilanjutkan dengan adanya proses imitasi, sugesti, yang menjadi salah satu faktor penting dalam proses mahasiswa mengetahui isi bahwa susu ibu hamil dapat meningkatkan BB dan  muncul suatu ketertarikan dalam diri mereka untuk dapat mengkonsumsinya
Pada penelitian ini, pengetahuan informan mengenai konsumsi susu ibu hamil bagi orang yang tidak hamil di lingkungan Universitas Malahayati Bandar Lampung hanya sidikit karena  menurut mereka kandungan yang terdapat pada susu ibu hamil yang mereka hanya ketahui dalah protein dan kalsium padahal didalam susu ibu hamil terkandung nutirisi di yang dapat menambah atau menutupi kebutuhan ibu hamil akan protein, asam folat, AA dan juga DHA selama kehamilan berlangsung.
Menurut Notoatmodjo (1993), pengetahuan seseorang akan meningkat bila mendapat informasi yang jelas, terarah dan bertanggung jawab. Dengan adanya perubahan dan peningkatan pengetahuan akan menimbulkan kesadaran, pemahaman dan akhirnya berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk perilaku atau tindakan seseorang. Dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 2003)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar informan tidak mengetahui tentang apa yang terkandung didalam susu ibu hamil dan dampaknya jika dikonsumsi bagi orang yang tidak hamil. Terdapat informan yang mengatakan dampak mengkonsumsi susu ibu hamil adalah dapat mebuat gemuk. Hal tersebut tidak sejalan  dengan hasil penelitian sebelumya yang dilakukan Menurut ahli gizi terkenal  Dr Wendy Bazilian, penulis The SuperFoodsRx Diet dan co-pemilik Klinik Kesehatan San Diego berbasis Bazilian dalam penelitiannya ini mengkaji tentang peminum susu cenderung memiliki pola makan sehat secara keseluruhan dan cenderung lebih ramping dibandingkan non-peminum susu." Dan dengan pemuda  sehat, seperti susu, dapat berkontribusi terhadap penurunan berat badan, tulang kuat dan kesehatan secara keseluruhan.
4.3.3   Persepsi
Berdasarkan hasil penelitian yang di dapatkan bahwa sebagian besar informan mengutarakan persepsi mereka terhadap hubungan konsumsi susu ibu hamil dimana menurut mereka yaitu dapat maningkatkan BB. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa tidak mengetahui dampak dari konsumsi susu ibu hamil bagi orang yang tidak hamil. Hal ini dibuktikan dengan Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Tennessee.
Mereka menguji dua kelompok responden yang memiliki masalah dengan kelebihan berat badan. Kedua kelompok responden ini diminta untuk mengikuti suatu program diet yang nyaris sama. Yang membedakan keduanya adalah bahwa kelompok pertama diminta untuk minum susu kaya kalsium hingga 3x sehari, sementara kelompok kedua tidak.
Ternyata kelompok pertama mengalami pengurangan jumlah lemak di perut dan kelompok kedua tidak. Sebagai tambahan, saat para peneliti mencobanya dengan suplemen kalsium, ternyata suplemen ini tidak bekerja sebaik yang dilakukan susu. Para peneliti percaya bahwa selagi kalsium bekerja membakar lemak, komponen-komponen lain dalam susu turut bekerja untuk membakar lemak.  dari penelitian yang dilakukan di Swedia diketahui bahwa segelas susu setiap hari dapat membantu menurunkan berat badan. Susu memiliki banyak sekali kandungan gizi dibandingkan dengan kandungan kalorinya
4.3.4   Sikap
Sikap merupakan predisposisi (penentu) yang memunculkan perilaku yang sesuai dengan sikapnya. Sikap diawali dari pengetahuan yang dipersepsikan sebagai suatu yang baik (positif) maupun tidak baik (negatif), kemudian diinternalisasikan ke dalam dirinya. Kalau yang dipersepsikannya positif maka seseorang cenderung bersikap positif. Penyebabnya adalah karena seseorang itu setuju dengan apa yang diketahuinya. Tetapi sebaliknya kalau seseorang mempunyai persepsi negatif makaia akan cenderung menghindar atau tidak melakukannya (Dariyo, 2004). Demikian juga dengan sikap perilaku konsumsi susu ibu hamil oleh mahasiswa. Sikap yang baik terhadap perilaku konsumsi susu ibu hamil oleh mahasiswa maka perilaku konsumsi susu ibu hamil oleh mahasiswanya juga baik. Sikap terhadap perilaku konsumsi susu ibu hamil oleh mahasiswa yang negatif maka perilaku konsumsi susu ibu hamil oleh mahasiswanya juga negatif (Chairuna, 2005)
Dalam kenyataannya sikap seseorang tidak konsisten dengan perilaku. Sikap positif belum tentu perilakunya juga positif, malah terjadi sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh karena banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang (Dariyo, 2004) Hasil penelitian ini memberikan sebuah gambaran sebagian besar informan yang pernah mengkonsumsi susu ibu hamil memiliki sikap positif terhadap tidak bolehnya mengkonsumsi susu ibu hamil jika tidak hamil.
Pembentukan sikap yang positif dapat dilakukan dengan pemberian informasi yang benar, dari sumber yang benar dan dengan cara yang benar. Dengan adanya sikap yang positif terhadap kesehatan diharapkan mahasiswa tidak akan berperilaku konsumsi susu ibu hamil oleh mahasiswa yang berisiko dapat mengancam kesehatannya sendiri. Kenyataannya tidak selalu suatu sikap tertentu berakhir dengan perilaku yang sesuai dengan sikap tertentu (Sarwono, 2001)
Sikap mahasiswa menurut informan kunci tentang hubungan seks pra nikah terdapat pro dan kontra. Bagi mereka yang pro terhadap seks pra nikah beranggapan bahwa hubungan seks itu merupakan sebuah kewajiban yang harus mereka lakukan dan bagi mereka yang kontra maka mereka akan menjaga norma-norma agama, adat dan sebagainya sehingga pada akhirnya memberikan suatu bentuk kewaspadaan bagi informan kunci untuk segera memberikan pengertian kepada anak mahasiswanya mengenai resiko yang akan mereka hadapi nantinya
Penelitian ini menunjukkan kecenderungan yang sama terhadap sikap dan yang menjadi alasan dari informan untuk tidak mengkonsumsi susu ibu hamil jika dalam kondisi tidak hamil dengan alasan susu ibu hami telah disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil.
4.3.5   Situasi dan Kondisi
Terdapat banyak faktor yang mendukung untuk terjadinya konsumsi susu ibu hamil oleh  mahasiswa yang tidak hamil. Salah satu diantaranya adalah situasi dan kondisi yang mendukung untuk mengkonsumsi susu ibu hamil karena tidak  adanya yang memberikan pengawasan terhadap mahasiswa.
Sebagian besar informan dalam penelitian ini memilih mengkonsumsi susu ibu hamil karena mudah untuk mendapatkannya. Kecenderungan mahasiswa mengkonsumsi susu ibuhamil disebabkan lemahnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan baik secara visual maupun audio visual serta perkembangan tekhnologi. Lemahnya pengawasan orang tua dapat terlihat juga dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Widaningsih (2008) bahwa mahasiswa yang melakukan hubungan seks di rumah sendiri sebanyak 63,30% dan di rumah pasangan sebanyak 54,40%. Kondisi ini menggambarkan bahwa mahasiswa ternyata cukup leluasa melakukan hal-hal yang mereka inginkan. Apabila pengawasan orang tua cukup ketat, hal ini kemungkinan tidak akan terjadi.
Namun kemungkinan sikap orang tua yang cenderung tidak acuh dan terlalu sibuk atau menganggap hal ini biasa sehingga memberikan sebuah keleluasaan bagi mahasiswa untuk melakukan hal-hal yang membahayan kesehatannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar informan cenderung berpendapat bahwa situasi dan kondisi yang meungkinkan untuk mengkonsumsi susu ibu hamil dimulai ketika mereka mendapat dukungan dari lingkugan tanpa mengatahui dampak dari konsumsi susu ibu hamil tersebut.

4.3.6   Peran Media
Pengaruh media informasi yang semakin memiliki kemudahan untuk di akses oleh siapa saja baik secara langsung maupun tidak langsung akan dapat memberikan pengaruh pula terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku seseorang. Informan dalam penelitian ini sebagian besar mengaku telah mempunyai Smartphone danpengguna internet secara aktif. Kemajuan tekhnologi media merupakan instrumen yang penting untuk memperluas keterbukaan. Melalui beragam media, wacana dan praktek keterbukaan menyebar keseluruh dunia.
4.3.7   Dukungan
Mahasiswa dalam memenuhi hasratnya untuk mengetahui berbagai hal, seringkali menempuh cara-cara yang bisa menjerumuskan diri sendiri. Untuk mendapatkan informasi dan pengalaman baru mengenai sesuatu hal, biasanya mahasiswa cenderung mengesampingkan orang tua, mereka lebih sering bertanya kepada teman sebaya (BKKBN Propinsi Kalbar, 2007). Sebuah penelitian di Amerika, Condry,dkk (1968) dalam (Santrock, 2003), mendapatkan mahasiswa muda laki-laki dan perempuan menghabiskan waktu 2 kali lebih banyak dengan teman sebaya daripada dengan orang tuanya.
Pada penelitian ini, sebagian besar informan mahasiswa tidak mengetahui secara keseluruhan manfaat dan dampak dari konsumsi susu ibu hamil bagi orang yang tidak hamil, bahkan informan menyarakan agar susu ibu hamil tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang tidak hamil. Informan hanya mendapatkan infirmasi bahwa susu ibu hamil mampu meningkatkan berat badan tetapi informan tidak mengetahui kandungan apa yang mampu ningkatkan berat badan serta kandungan-kandungan lainnya yang terdapat pada susu ibu hamil.  Informasi yang diperoleh mahasiswa dari teman yang belum bisa dipastikan kebenarannya, dikhawatirkan justru dapat terbentuk asumsi-asumsi yang salah sehingga terjadi perilaku yang tidak baik.
BAB V
KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dalam penelitian Analisa Konsumsi Susu Ibu Hamil Untuk Meningkatkan Berat Badan Mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung adalah sebagai berikut:
5.1.1 Faktor Predisposisi
Pengetahuan informan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa semua informan tidak mengetahui tentang apa itu dampak konsumsi susu ibu hamil jika dikonsumsi oleh orang yang tidak hamil, serta kandungan-kandungan yang terdapat pada susu ibu hamil  dan menyatakan bahwa sumber informasi mengenai konsusmsi susu ibu hamil di peroleh dari teman melalui curhat internet.
5.1.2  Faktor Lingkungan
Situasi dan kondisi yang dimanfaatkan oleh sebagian besar dari informan dalam penelitian ini memilih mengkonsunsi susu ibu hamil karena respon teman-teman dilingkungan kost’an mendukung. Hasil penelitian ini juga menunjukkan keterkaitan dengan kurangnya komunikasi, kurangnya perhatian dan pengawasan yang diberikan oleh orang tua dan kondisi keuangan yang mencukupisehingga konsumsi susu ibu hamil oleh mahasiswa tersebut terjadi.
5.2 Saran
5.2.1 Saran untuk Orang Tua
1.      Pengawasan orang tua terhadap sikap dan perilaku mahasiawa melalui komunikasi yang intensif dan berkualitas tanpa membatasi hak anak untuk bergaul dengan lingkungannya
2.      Orang tua agar dapat mengontrol semua kegiatan yang dilakukan oleh anaknya sehari-hari supaya anaknya tidak melakukan berbagai penyimpangan-penyimpangan yang tentunya dapat merugikan dirinya sendiri, orang tua, masyarakat, bangsa dan negara serta dapat menghancurkan masa depannya.
          5.2.2 kepada mahasiswa Universitas Malahayati
         Diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku positif serta informasi yang tepat tentang prilaku konsumsi susu ibu hamil untuk meningkatkan BB sehingga tidak melakukan kesalahan yang dapat membahayakan kesehatan.

 


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta; Rineka Cipta.
Husaini, Usman. 2009. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta; Bumi Aksara
Miles dan Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta; Universitas
Indonesia Press.
Moleong, L. 1997. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung; PT Remaja
Rosdakarya
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kualitatif dan R & D. Bandung; Alfabeta
W, Gulo. 2004. Metodologi Penelitian. Jakarta; Grasindo
Widodo. 2013. Hukum Pidana Di Bidang Teknologi Informasi Cybercrime Law:
Telaah Teoritik Dan Bedah Kasus. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Thompson, A. (1998). The Adult and the Curriculum. [Online]. Tersedia: http:/ /    
www.ed.uiuc.edu./EPS/PES-Yearbook/998/thompson. Html [30 maret 2000].
Lasendra, D.(2015).  Apa Benar Susu Ibu Hamil Membuat Gendut. [Online]. 
Tersedia: http://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/apa benar-susu-membuat-gendut [04 Mei 2015]
Arundhana, A. (2015). Pengganti susu sapi. [Online]. Tersedia:

https://catatanseorangahligizi.wordpress.com/tag/kalsium/ [04 Mei 2015]

Ipung. (2015). Kurus Langsing. [Online]. Tersedia: http://langsing-kurus.com/  
[04 Mei 2015]
Notoatmodjo,S. 2010. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasinya. Jakarta; Rineka
Cipta






FORMULIR PERSETUJUAN BAGI INFORMAN:
PANDUAN WAWANCARA MENDALAM  ANALISA KONSUMSI SUSU IBU HAMIL UNTUK MENINGKATKAN BERAT BADAN MAHASISWA UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG.


Selamat Pagi/Siang. Nama saya Yandrawati dan saya adalah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati Bandar Lampung. Saya sedang melakukan penelitian sebagai tugas akhir mata kuliah Metodelogi Penelitian Kualitaif, penelitian ini mengenai Analisa Konsumsi Susu Ibu Hamil Untuk Meningkatkan Berat Badan Mahasiswa yang akan dilakukan dengan mewawancarai saudara/i. Semua informasi yang didapat dari wawancara akan digunakan sebagai bahan untuk penyelesaian tugas akhir saya. Saya akan meminta kesediaan Saudara/i untuk bersedia diwawancarai. Saya meminta izin kepada saudara/i bahwa dalam waktu yang telah disepakati saya akan mewawancarai Saudara/i .
Partisipasi saudara/i sangat penting tetapi bersifat sukarela. Saya sangat mengharapkan partisipasi saudara/i tetapi apabila tidak bersedia maka tidak akan
mempengaruhi saudara/i. Apabila saudara bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini, maka Saudara/i berhak untuk berubah pikiran setiap saat selama wawancara ini. Nama saudara akan ditulis dalam pedoman wawancara tetapi akan dirahasiakan dan tidak akan ada orang yang mengetahuinya selain saya selaku peneliti, penulisan ini bertujuan mempermudah ingatan saya dalam menganalisis hasil diskusi sehingga informasi yang didapatkan sesuai dengan yang saudara/i sampaikan dan akan berguna bagi penelitian ini. Tidak ada keuntungan atau kerugian secara langsung bagi saudara/i dalam diskusi ini, namun diharapkan diskusi ini akan menjadi masukan bagi FKM Universitas Malahayati dan Masyarakat Umum.





Apakah saudara/i ingin mengajukan pertanyaan? Apabila saudara/i bersedia untuk berpartisipasi, harap membuat pernyataan di bawah ini”.

“Saya setuju menjadi responden dan diwawancarai dalam penelitian ini”
a. Ya                b. Tidak

BACA DAN TANDATANGANI HAL BERIKUT:
APABILA YA, TANDATANGANI DAN BERI TANGGAL PERNYATAAN INI DAN LANJUTKAN DENGAN DISKUSI
Saya menyatakan bahwa saya membacakan pernyataan di atas pada informan dan informan setuju untuk berpartisipasi dalam penelitian ini



Tanda Tangan dan Nama Jelas (_____________________), Tanggal
________________________
APABILA TIDAK, TANDATANGANI DAN BERI TANGGAL PERNYATAAN INI DAN LANJUTKAN DENGAN DISKUSI
Saya menyatakan bahwa saya membacakan pernyataan diatas pada informan dan informan tidak setuju untuk berpartisipasi dalam penelitian ini



Tanda Tangan dan Nama Jelas (____________________), Tanggal
________________________
NAMA JELAS FASILITATOR/PENELITI: YANDRAWATI
Apabila ada pertanyaan mengenai penelitian ini, harap hubungi Yandrawai di HP
0856 0909 81**




LEMBAR PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM
(Informan Mahasiswa Yang Pernah Mengkonsumsi Susu Ibu Hamil Intuk Meningkatkan Berat Badan)

I.         Perkenalan
Selamat pagi/siang/sore, dalam pertemuan ini saya akan mewawancarai sesuatu yang pastinya akan sangat bermanfaat, sebelumya saya ucapkan terima kasih atas kesediannya untuk meluangkan waktunya dan mau berpartisipasi (bisa sambil menanyakan keadaan kesehatan atau kabar atau mengenai keadaan keluarganya, yang tidak berhubungan dengan topik wawancara). Perkenalkan nama saya ....... Saya akan mewawancarai saudara/i.
II.      Penjelasan Tujuan Wawancara
Saya berada di tempat ini untuk mengetahui pendapat atau penilaian saudara/i terhadap prilaku konsumsi susu ibu hamil untuk menaikkan berat badan. Saya tidak akan menilai jawaban saudara/i mengenai hal tersebut, oleh karena itu saudara/i boleh mengungkapkan apa yang sebenarnya tanpa ragu-ragu. Karena kami akan menjamin kerahasiaannya sesuai dengan yang terdapat pada formulir persetujuan bagi informan. Maka kami berharap saudara/i akan mengungkapkan yang sejujurnya tentang apa yang diketahui dan dirasakan.
III.   Prosedur
Sebelum saya memulai wawancara ini, saya mohon izin untuk menggunakan perekam agar saya dapat mencatat semua yang diwawancarai dan akan saya rahasiakan semua penjelasan/informasi yang diperoleh. Jangan ragu-ragu untuk menanggapi saya. Wawancara ini akan berlangsung selama 1-2 jam, apabila saudara/i merasa kelelahan di pertengahan wawancara maka wawancara dapat dihentikan.

IV. Perkenalan
Sekarang silahkan saudara/i perkenalkan diri
V.  Karakteristik Responden
1.      Nama                           :
2.      Usia                             :
3.      Agama                         :
4.      Tempat tinggal            :
5.      Tinggi Badan              :
6.      BB saat ini                  :
7.      BB sebelum mengkonsumsi susu ibu hamil    :
VI. Pertanyaan
1.      Pengetahuan
a.    Apakah anda merasa berat badan anda kurus?
b.   Upaya apa yang anda lakukan untuk meningkatkan berat badan anda?
c.    Kenapa anda ingin meningkatkan berat badan anda?
d.   Apakah anda mengkonsumsi susu ibu hamil?
e.    Apa alasan anda mengkonsusi susu ibu hamil?
f.    Merek susu apa yang anda konsumsi?
g.   Apa yang anda ketahui tentang susu ibu hamil?
h.   Sejak kapan anda sudah mulai mengkonsumsi susu ibu hamil?
i.     Sampai saat ini sudah berapa kotak susu ibu hamil yang anda habiskan?
j.     Apakah anda mengetahui kandungan yang terdapat pada susu ibu hamil?
k.   Menurut pengetahuan anda pada susu ibu hamil, kandungn apa yang dapat menaikkan berat badan?
l.        Menurut anda kenapa ada orang yang mengkonsumsi susu ibu hamil untuk maningkatkan berat badan?
m.    Darimana informasi tersebut anda ketahui?
2.      Persepsi
a.       Bagaimana persepsi anda terhadap konsumsi susu ibu hamil untuk meningkatkan berat badan?
b.      Menurut anda apa saja dampak dari susu ibu hamil jika dikonsumsi oleh orang yang tidak hamil?
c.       Siapkah anda mengalami dampak dari konsumsi susu ibu hamil tersebut?
d.      Apa yang akan anda lakukan jika akibat dari konsumsi susu ibu hamil tersebut terjadi pada Anda?
3.      Sikap
a.         Menurut pendapat anda, bolehkah mengkonsumsi susu ibu hamil jika dalam kondisi tidak hamil?
4.      Situasi dan Kondisi
a.         Saat ini anda tinggal bersama siapa?
b.         Apa yang menjadi dasar pertimbangan anda untuk membeli susu ibu hamil tersebut?
c.         Bagaimana perasaan anda setelah membeli dan mengkonsumsinya?
5.      Peran Media Massa
a.       Apakah anda sering menggunakan media massa untuk mencari informasi mengenai cara menaikkan berat badan?
b.      Media apa yang sering anda gunakan?
c.       Bagaimana pengaruh media tersebut terhadap informasi yang anda dapatkan?
6 .      Dukungan
a.       Bagaimana respon temaan-teman anda saat mengetahui anda mengkonsumsi susu ibu hamil?
b.      Berapa uang yang anda terima tiap bulannya?
c.       Berapa uang yang anda habiskan untuk keperluan kuliah dan kehidupan anda sehari-hari?



 



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar