MAKALAH
PATOLOGI UMUM TENTANG
NEOPLASMA
YANDRAWATI
12410018
FAKULTAS
KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS
MALAHAYATI
BANDAR LAMPUNG
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah S.W.T
karena berkat anugrah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini yang berjudul " Neoplasma", Yang merupakan tugas mata kuliah Patologi Umum.
Dalam kesempatan ini, penulis
mengucapkan banyak terimakasih kepada Dosen pengampu dan semua pihak yang telah
banyak mendukung penulis dalam penyusunan makalah ini.
Dalam
penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang penulis
miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan
demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Harapan penulis semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat dan berguna bagi pembaca.
Bandar Lampung, April 2015
Yandrawati
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar.......................................................................... i
Daftar Isi................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang........................................................ 1
1.2 Rumusan
Masalah................................................... 1
1.3 Tujuan...................................................................... 1
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian
Neoplasma............................................. 2
2.2 Klasifikasi dan
Tata Nama Neoplasma................... 2
2.3 Metastatis................................................................ 6
2.4 Penyebab
Kanker.................................................... 6
2.5 Penata
Laksanaan Kanker....................................... 7
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................. 9
3.2
Saran....................................................................... 9
DAFTAR
PUSTAKA
DAFTAR
GAMBAR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kanker adalah penyebab utama kedua kematian di Amerika Serikat, setelah penyakit kardiovaskuler. Yang lebih menyakitkan daripada angka kematian adalah penderitaan emosional dan fisik yang ditimbulkan oleh neoplasma.
Beberapa kanker seperti Limfoma Hodkgin, dapat disembuhkan, sementara yang lain, misalnya kanker pancreas, memperlihatkan angka kematian yang sangat tinggi. Satu-satunya harapan untuk mengendalikan kanker terletak pada mempelajari lebih banyak tentang kausa dan patogenesisnya, dan telah banyak dilakukan upaya untuk memahami kausa dan dasar molecular kanker.
Dalam ilmu patologi anatomic, tumor identik dengan neoplasma. Sedangkan dalam klinik istilah tumor sering digunakan untuk semua tonjolan dan diartikan sebagai pembengkakan, pembengkakan ini dapat disebabkan baik oleh neoplasma, maupun oleh radang ( rubor, calor, dolor, tumor, funtio laesa yang merupakan tanda asasi radang dari celcus ) atau perdarahan, dan sebagainya.
Neoplasma ialah penyakit pertumbuhan sel. Regenerasi epitel dan pembentukan jaringan granulasi juga merupakan kumpulan sel baru yang sedang tumbuh. Tetapi bukan neoplasma karena pertumbuhannya sesuai dengan jalannya pertumbuhan normal.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam penulisan makalah ini terdapat rumusan masalah yaitu:
1. Apakah neoplasma itu dan apa penyebabnya?
2. Bagaimana klasifikasi neoplasma dan penyebarannya?
3. Bagaimana penatalaksanaannya?
1.3 Tujuan
1. Menambah pengetahuan tentang neoplasma
2. Mengetahui klasifikasi, penyebaran, penyebab dan penatalaksanaan noeplasma
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kanker adalah penyebab utama kedua kematian di Amerika Serikat, setelah penyakit kardiovaskuler. Yang lebih menyakitkan daripada angka kematian adalah penderitaan emosional dan fisik yang ditimbulkan oleh neoplasma.
Beberapa kanker seperti Limfoma Hodkgin, dapat disembuhkan, sementara yang lain, misalnya kanker pancreas, memperlihatkan angka kematian yang sangat tinggi. Satu-satunya harapan untuk mengendalikan kanker terletak pada mempelajari lebih banyak tentang kausa dan patogenesisnya, dan telah banyak dilakukan upaya untuk memahami kausa dan dasar molecular kanker.
Dalam ilmu patologi anatomic, tumor identik dengan neoplasma. Sedangkan dalam klinik istilah tumor sering digunakan untuk semua tonjolan dan diartikan sebagai pembengkakan, pembengkakan ini dapat disebabkan baik oleh neoplasma, maupun oleh radang ( rubor, calor, dolor, tumor, funtio laesa yang merupakan tanda asasi radang dari celcus ) atau perdarahan, dan sebagainya.
Neoplasma ialah penyakit pertumbuhan sel. Regenerasi epitel dan pembentukan jaringan granulasi juga merupakan kumpulan sel baru yang sedang tumbuh. Tetapi bukan neoplasma karena pertumbuhannya sesuai dengan jalannya pertumbuhan normal.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam penulisan makalah ini terdapat rumusan masalah yaitu:
1. Apakah neoplasma itu dan apa penyebabnya?
2. Bagaimana klasifikasi neoplasma dan penyebarannya?
3. Bagaimana penatalaksanaannya?
1.3 Tujuan
1. Menambah pengetahuan tentang neoplasma
2. Mengetahui klasifikasi, penyebaran, penyebab dan penatalaksanaan noeplasma
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Neoplasma
Neoplasma ialah masa jaringan yang abnormal, tumbuh berlebihan , tidak terkordinasi dengan jaringan normal dan tumbuh terus- menerus meskipun rangsang yang menimbulkan telah hilang. Sel neoplasma mengalami transformasi , oleh karena mereka terus- menerus membelah. Pada neoplasma, proliferasi berlangsung terus meskipun rangsang yang memulainya telah hilang. Proliferasi demikian disebut proliferasi neoplastik, yang mempunyai sifat progresif,tidak bertujuan, tidak memperdulikan jaringan sekitarnya,tidak ada hubungan dengan kebutuhan tubuh dan bersifat parasitic.
Sel neoplasma bersifat parasitic dan pesaing sel atau jaringan normal atas kebutuhan metabolismenya pada penderita yang berada dalam keadaan lemah . Neoplasma bersifat otonom karena ukurannya meningkat terus. Proliferasi neoplastik menimbulkan massa neoplasma, menimbulkan pembengkakan / benjolan pada jaringan tubuh membentuk tumor.
2.2 Klasifikasi dan Tata nama Neoplasma
Semua tumor baik tumor jinak maupun ganas mempunyai dua komponen dasar ialah parenkim dan stroma. Parenkim ialah sel tumor yang proliferatif,yang menunjukkan sifat pertumbuhan dan fungsi bervariasi menyerupai fungsi sel asalnya. Sebagai contoh produksi kolagen ,musin,atau keratin. Stroma merupakan pendukung parenkim tumor ,terdiri atas jaringan ikat dan pembuluh darah. Penyajian makanan pada sel tumor melalui pembuluh darah dengan cara difusi. Klasifikasi neoplasma yang digunakan biasanya berdasarkan :
1. Klasifikasi Atas Dasar Sifat Biologik Tumor
Atas dasar sifat biologiknya tumor dapat dibedakan atas tumor yang bersifat jinak ( tumor jinak ) dan tumor yang bersifat ganas (tumor ganas) dan tumor yang terletak antara jinak dan ganas disebut “ Intermediate”.
a. Tumor Jinak ( Benigna )
Tumor jinak tumbuhnya lambat dan biasanya mempunyai kapsul. Tidak tumbuh infiltratif, tidak merusak jaringan sekitarnya dan tidak menimbulkan anak sebar pada tempat yang jauh. Tumor jinak pada umumnya disembuhkan dengan sempurna kecuali yang mensekresi hormone atau yang terletak pada tempat yang sangat penting, misalnya disumsum tulang belakang yang dapat menimbulkan paraplesia atau pada saraf otak yang menekan jaringan otak.
b. Tumor ganas ( maligna )
Tumor ganas pada umumnya tumbuh cepat, infiltratif. Dan merusak jaringan sekitarnya. Disamping itu dapat menyebar keseluruh tubuh melalui aliran limpe atau aliran darah dan sering menimbulkan kematian.
c. Tumor Intermediate
Diantara 2 kelompok tumor jinak dan tumor ganas terdapat segolongan kecil tumor yang mempunyai sifat invasive local tetapi kemampuan metastasisnya kecil.Tumor demikian disebut tumor agresif local tumor ganas berderajat rendah. Sebagai contoh ialah karsinoma sel basal kulit.
2. Klasifikasi atas dasar asal sel / jaringan ( histogenesis )
Tumor diklasifikasikan dan diberi nama atas dasar asal sel tumor yaitu :
a. Neoplasma berasal sel totipoten
Sel totipoten ialah sel yang dapat berdeferensiasi kedalam tiap jenis sel tubuh.Sebagai contoh ialah zigot yang berkembang menjadi janin. Paling sering sel totipoten dijumpai pada gonad yaitu sel germinal. Tumor sel germinal dapat berbentuk sebagai sel tidak berdifensiasi, contohnya : Seminoma atau diseger minoma.Yang berdiferensiasi minimal contohnya : karsinoma embrional, yang berdiferensiasi kejenis jaringan termasuk trofobias misalnya chorio carcinoma. Dan yolk sac carcinoma. Yang berdiferensiasi somatic adalah teratoma.
b. Tumor sel embrional pluripoten
Sel embrional pluripoten dapat berdiferensiasi kedalam berbagai jenis sel-sel dan sebagai tumor akan membentuk berbagai jenis struktur alat tubuh. Tumor sel embrional pluripoten biasanya disebut embiroma atau biastoma, misalnya retinobiastoma, hepatoblastoma, embryonal rhbdomyosarcoma
c. Tumor sel yang berdiferensiasi
Jenis sel dewasa yang berdiferensiasi, terdapat dalam bentuk sel alat-lat tubuh pada kehidupan pot natal. Kebanyakan tumor pada manusia terbentuk dari sel berdiferensiasi.
Tata nama tumor ini merupakan gabungan berbagai faktor yaitu perbedaan antara jinak dan ganas, asal sel epnel dan mesenkim lokasi dan gambaran deskriptif lain.
1. Tumor epitel
Tumor jinak epitel disebut adenoma jika terbentuk dari epitel kelenjar misalnya adenoma tiroid, adenoma kolon. Jika berasal dari epitel permukaan dan mempunyai arsitektur popiler disebut papiloma. Papiloma dapat timbul dari eitel skuamosa (papiloma skuamosa), epitel permukaan duktus kelenjar ( papiloma interaduktual pada payudara ) atau sel transisional ( papiloma sel transisional ).
Tumor ganas epitel disebut karsinoma. Kata ini berasal dari kota yunani yang berarti kepiting. Jika berasal dari sel skuamosa disebut karsinoma sel skuamosa. Bila berasal dari sel transisional disebut karsinoma sel transisional. Tumor ganas epitel yang berasal dari epitel belenjar disebut adenokarsinoma.
2. Tumor jaringan mesenkin
Tumor jinak mesenkin sering ditemukan meskipun biasanya kecil dan tidak begitu penting. Dan diberi nama asal jaringan (nama latin) dengan akhiran “oma”. Misalnya tumor jinak jaringan ikat (latin fiber) disebut “Fibroma”. Tumor jinak jaringan lemak (latin adipose) disebut lipoma.
Tumor ganas jaringan mesenkin yang ditemukan kurang dari 1 persendiberi nama asal jaringan (dalam bahasa latin atau yunani ) dengan akhiran “sarcoma” sebagai contoh tumor ganas jaringan ikat tersebut Fibrosarkoma dan berasal dari jaringan lemak diberi nama Liposarkoma.
a. Tumor campur (mixed Tumor)
Neoplasma yang terdiri dari lebih dari 1 jenis sel disebut tumor campur (mixed tumor). Sebagai contoh tumor campur kelenjar liur (adenoma pleomorfik kelenjar liur) yang terdiri atas epitel kelenjar, jaringan tulang rawan dan matriks berdegenerasi musin. Contoh lain ialah fibroadenoma mammae terdiri atas epitel yang membatasi lumen, atau celah dan jaringan ikat reneging matriks.
b. Hamartoma dan koristoma
Hamartoma ialah lesi yang menterupai tumor. Pertumbuhannya ada koordinasi dengan jaringan individu yang bersangkutan. Tidak tumbuh otonom seperti neoplasma.Hamartoma selalu jinak dan biasanya terdiri atas 2 atau lebih tipe sel matur yang pada keadaan normal terdapat pada alat tubuh dimana terdapat lesi hamartoma.
c. Kista
Kista ialah ruangan berisi cairan dibatasi oleh epitel. Kista belum tentu tumor / neoplasma tetapi sering menimbulkan efek local seperti yang ditimbulkan oleh tumor / neoplasma. Beberapa yang sering kita jumpai ialah kista :
• Congenital ( ialah kista bronchial dan kista ductus tiroglosusus)
• Neoplastik (chystadenoma, cystadenocarcinoma ovarium )
• Parasitic ( kista hidatid oleh echinococcus granulosus )
• Implantasi ( kista epidermoid pada kulit setelah operasi )
2.3 Metastasis
Metastasis menunjukkan terbentuknya implan sekunder yang terpisah dari tumor primer, mungkin di jaringan yang jauh. Dibandingkan ciri-ciri neoplastik lainnya, kemampuan invasi dan metastasis menunjukkan secara pasti suatu neoplasma bersifat ganas.
Namun, tidak semua kanker memiliki kemampuan sel bermetasis yang setara. Secara umum, semakin anaplastik dan besar neoplasma primernya, semakin besar kemungkinan metastasis. Namun kanker yang sangat kecil juga dapat mengakibatkan metastasis, dan sebaliknya, kanker yang besar mungkin belum tentu menyebar saat ditemukan. Neoplasma ganas menyebar melalui salah satu :
1. Penyemaian dalam rongga tubuh
2. Penyebaran limfatik
3. Penyebaran hematogen
Penyemaian kanker terjadi bila neoplasma menginvasi rongga alami tubuh. Misalnya karsinoma kolon dapat menembus dinding usus dan mengalami reimplantasi di rongga peritonium. Penyebaran limfatik lebih khas untuk karsinoma, sedangkan rute hematogen lebih kepada sarkoma. Namun terdapat banyak hubungan antara sistem limfe dan vaskular sehingga kanker dapat berkembang melalui salah satu atau kedua sistem.
Misalnya karsinoma paru yang timbul di saluran nafas menyebar ke kelenjar getah bening bronkialis regional, kemudian ke kelenjar getah bening trakeobronkus dan hilus. Karsinoma payudara biasanya timbul di kuadran luar atas dan menyebar ke kelenjar aksila.
Penyebaran hematogen merupakan konsekuensi kanker yang paling ditakuti. Arteri lebih sulit ditembus daripada vena. Setelah vena mengalami invasi, sel kanker mengikuti aliran vena bersama darah, hati dan paru adalah tempat sekunder yang paling sering terkena.
2.4 Penyebab Kanker
Segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya kanker disebut karsinogen. Dan berbagai penelitian dapat diketahui bahwa karsinogen dapat dibagi ke dalam 4 golongan :
a. Karsinogen kimia
Kebanyakan karsinogen kimia ialah pro-karsinogen . Yaitu karsinogen yang memerlukan perubahan metabolis agar menjadi karsinogen aktif, sehingga dapat menimbulkan perubahan pada DNA, RNA, atau Protein sel tubuh.
b. Karsinoen virus
Virus yang bersifat karsinogen disebut virus onkogenik. Virus DNA dan RNA dapat menimbulkan transformasi sel. Mekanisme transformasi sel oleh virus RNA adalah setelah virus RNA diubah menjadi DNA provirus oleh enzim reverse transeriptase yang kemudian bergabung dengan DNA sel penjamin. Setelah mengenfeksi sel, materi genitek virus RNA dapaat membawa bagian materi genitek sel yang di infeksi yang disebut V-onkogen kemudian dipindahkan ke materi genitek sel yang lain.
c. Karsinogen Radrasi
Radrasi UV berkaitan dengan terjadinya kanker kulit terutama pada orang kulit putih. Karena pada sinar / radiasi UV menimbulkan dimmer yang merusak rangka fosfodiester DNA.
d. Agen Biologik
• Hormon : bekerja sebagai kofaktor pada karsinogenesis
• Mikotoksin : Mikotoksin ialah toksin yang dibuat oleh jamur
• Parasit : Parasit yang dihubungkan dengan terjadinya kanker ialah schistosoma dan clonorchis sinensis.
2.5 Penatalaksanaan Kanker
Pengobatan kanker bergantung pada jenis atau tipe kanker yang diderita, darimana asal kanker tersebut atau pola penyebarannya. Umur, kondisi kesehatan umum serta sistem pengobatan juga mempengaruhi proses pengobatan kanker.
Penatalaksanaan tumor mediastinum sangat bergantung pada sifat tumor, jinak atau ganas. Tindakan untuk tumor mediastinum yang bersifat jinak adalah bedah, sedangkan untuk tumor ganas berdasarkan jenisnya. Jenis tumor mediastinum ganas yang paling sering ditemukan adalah timoma (bagian dari tumor kelenjar timus), sel germinal dan tumor saraf. Secara umum terapi untuk tumor mediastinum ganas adalah multimodaliti yaitu bedah, kemoterapi dan radiasi.
Beberapa jenis tumor resisten terhadap radiasi dan/atau kemoterapi sehingga bedah menjadi pengobatan pilihan, tetapi banyak jenis lainnya harus mendapatkan tindakan multimodaliti. Kemoradioterapi dapat diberikan sebelum bedah (neoadjuvan) atau sesudah bedah (adjuvan). Pilihan terapi untuk timoma ditentukan oleh staging penyakit saat diagnosis. Untuk tumor sel germinal sangat bergantung pada subtipe tumor, tumor saraf dibedakan berdasarkan jaringan yang dominan pada tumor. Pengobatan yang umumnya diberikan adalah melalui :
1. Pembedahan atau operasi, di mana tumor diambil bila memungkinkan
2. Kemoterapi dengan obat-obatan sitostatika (obat membunuh sel kanker)
3. Radioterapi (menggunakan sinar radiasi).
4. Terapi hormonal
5. Terapi biologik (molekuler atau menggunakan obat non-sitstatika khusus)
Konsep modern saat ini adalah bahwa penatalksanaan terhadap kanker tidak dapat berjalan secara sendiri-sendiri atau terpisah melainkan komprehensif dan multidispliner, dimana setiap cabang ilmu kedokteran terkait bergerak bersama, saling diskusi dan berinteraksi, sejak menetapkan penyakit (diagnosis), pengobatan (terapi) hingga rawat lanjut (follow-up dan rehabilitasi). Untuk menunjang konsep tersebut maka banyak pusat-pusat pelayanan di luar maupun dalam negeri memberikan pelayanan berupa klinik onkologi (onkologi adalah ilmu yang membidangi kanker).
Oleh kerena itu secara umum biasanya digunakan lebih dari satu macam cara pengobatan di atas, misalnya pembedahan yang diikuti oleh kemoterapi, bahkan seringkali ketiga cara pengobatan tersebut di atas digunakan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Neoplasia secara harfiah berarti proses “pertumbuhan baru” dan suatu pertumbuhan baru disebut neoplasma. Kata tumor semula diterapkan untuk pembengkakan akibat peradangan.
a. Macam – Macam Penyakit Neoplasma :
• Nonneoplasma(akibat bekas dari infeksi ataupun trauma)
• Neoplasma (tumor)
• Kista & Hipertrofi
• Ganas (kanker)
• Karsinoma sarkoma
• Benigna
• Radang
b. Atas dasar sifat biologiknya tumor dapat dibedakan menjadi :
• Tumor jinak atau beligna
• Tumor ganas atau maligna
• Tumor intermediate (Antara Jinak dan Ganas)
c. Atas Dasar Sel atau Jaringan
• Berasal dari sel totipoten
• Berasal dari sel embrional pluripoten
• Berasal dari sel yang berdeferensiasi
d. Metastasis
Semakin anaplastik dan besar neoplasma primernya, semakin besar kemungkinan metastasis. Namun kanker yang sangat kecil juga dapat mengakibatkan metastasis
e. Penyebab
Segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya kanker disebut karsinogen yaitu karsinogen kimia, virus,radiasi dan Agen biologik
f. Penatalaksanaan kenker
Dengan cara Pembedahan, radiasi dan kemotrapi
3.2 Saran
Untuk menghindari terjadinya penyakit neoplasma maka sebaiknya kita melakukan 10 langkah pencegahan dan deteksi dini menurut taking control program of american cancer society
1. Pencegahan Kanker
- Tingkatkan konsumsi sayuran segar (terutama famili kol), untuk meningkatkan masukan vitamin alami
- Tingkatkan masukan serat, untuk mengurangi resiko ca mammae, ca kolon, ca prostat
- Tingkatkan masukan vitamin A, untuk mengurangi reisko ca esofagus, ca laring, dan ca paru
- Tingkatkan masukan makanan yang banyak mengandung vitamin C, untuk mengurangi ca uteri, ca empedu, ca mammae, dan ca kolon
- Lakukan pengontrolan berat badan, untuk mengurangi resiko ca uteri, ca empedu, ca mammae dan ca kolon
- Kurangi jumlah diit lemak, karena dapat meningkatkan resiko ca mammae, ca kolon, ca prosta
- Kurangi makanan yang mengandung garam, makanan yang diawetkan dengan cara pengasapan dan menggunakan nitrat, karena dapat meningkatkan resiko ca esofagus, ca lambung
- Hentikan merokok, karena dapat meningkatkan resiko ca par
- Kurangi masukan alkohol, karena dapat meningkatkan resiko ca hepar, ca mulut, ca tenggorokan, ca laring, ca esofagus.
- Hindari pemajanan berlebihan pada sinar matahari, karena dapat meningkatkan resiko ca epidermis.
2. Deteksi Dini Kanker dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan :
1. Sigmoidoskopi
2. Tes darah samar feses
3. Pemeriksaan rektal digital
4. Tes pap smear
5. Pemeriksaan pelvis
6. Pemeriksaan sampel jaringan endometrium
7. Pemeriksaan payudara mandiri
8. Pemeriksaan klinis payudara
9. Mammografi
10. Mammografi
11. Konseling kesehatan dan check up kanker
1. Sigmoidoskopi
2. Tes darah samar feses
3. Pemeriksaan rektal digital
4. Tes pap smear
5. Pemeriksaan pelvis
6. Pemeriksaan sampel jaringan endometrium
7. Pemeriksaan payudara mandiri
8. Pemeriksaan klinis payudara
9. Mammografi
10. Mammografi
11. Konseling kesehatan dan check up kanker
DAFTAR
PUSTAKA
Kumar, cotran, Robbin, Patologi edisi 7 volume 1
halaman 201. 2007. EGC.
JAKARTA
1 April 2015
http://neoplasma-ahmad-akhyar.blogspot.com/ diakses 1 April
2015
http://www.medistra.com/index.php?option=com_content&view=article&id=110 diakses 1 April 2015
astinum_6_.pdf diakses 1 April
2015
issue=4;month=October-December dalam Journal of Indian Association of Pediatric
Surgeons diakses 2 April 2015
http://journal.unair.ac.id/filerPDF/abstrak_4194106_tpjua.pdf diakses 2 April
2015
untuk melihat daftar gambar silahkan anda klik disini,, terimakasih semoga bermanfaat yaaaaaa :)
salam sehat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar